Wamenkop Tinjau Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih di Lampung

Wamenkop Farida Farichah bersama Wagub Lampung Jihan Nurlela meninjau tes ujian kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih di Aula Yayasan Al-Kautsar, Senin 4/5/2026). (Diskominfotik Lampung)

BANDARLAMPUNG- Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah bersama Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela meninjau tes ujian kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih di Aula Yayasan Al-Kautsar, Bandarlampung, Senin (4/5/2026).

Peninjauan itu saat sesi ketiga ujian berlangsung, sementara peserta sesi keempat bersiap di ruang transit untuk registrasi.

Wamenkop memastikan alur seleksi berjalan tertib dan sistematis. “Desain alur ini untuk memberikan nyaman peserta, terutama generasi muda di bawah 35 tahun yang antusias mengikuti seleksi,” ujar Farida.

Lampung menjadi satu dari tiga titik lokasi yang langsung Kemenkop pantau. Farida menyebut, pihaknya sebagai user memastikan kesiapan teknis, mulai ruang ujian ber-AC, listrik, hingga jaringan internet.

“Kami pastikan fasilitas memadai agar peserta tak terganggu saat mengerjakan ujian berbasis komputer,” jelas Wamenkop.

Soal transparansi, dia menegaskan seleksi menggunakan sistem Badan Kepegawaian Negara yang sudah teruji di rekrutmen CPNS lebih dari satu dekade.

“Hasil ujian langsung keluar, sehingga dipastikan tak ada titipan. Dari sekitar 500 ribu pendaftar nasional, dipilih 30 ribu terbaik,” tegas Farida.

Konsekuensi Peserta

Dia menekankan manajer Koperasi Desa Merah Putih berperan krusial. Manajer, kata dia, punya kepemimpinan kuat mengelola operasional, membawahi tim kerja, dan berkoordinasi dengan pengurus, dewan pengawas, hingga anggota.

“Profesionalisme jadi kunci karena ada target capaian yang harus dipenuhi,” katanya.

Dia mengingatkan, manajer yang lolos harus siap ditempatkan berbagai daerah sesuai kebutuhan program. “Penempatannya bisa dari Lampung ke provinsi lain. Sejak awal peserta harus siap konsekuensi itu,” jelasnya.

Wagub Lampung, Jihan Nurlela menyatakan Pemprov Lampung terus mengawasi kesiapan infrastruktur dan SDM.

Menurutnya, pemerintah pusat mengapresiasi Lampung karena cepat dan siap mengimplementasikan program strategis nasional tersebut.

“Peserta harus memahami sistem kerja dan siap ditempatkan di mana pun. Jangan sampai setelah lolos justru tak siap, karena akan menghambat program,” kata Jihan.

Seleksi nasional ini ialah kerja Panitia Seleksi Nasional Koperasi Merah Putih. Tujuannya menghasilkan SDM kompeten dan profesional untuk memperkuat ekonomi berbasis koperasi di desa dan kelurahan. (kmf)

Related posts

Leave a Comment